11 orang yang mecoba mengejar mimpi menjadi seorang dokter yang sukses

Kamis, 12 Juli 2012

PROMOSI KESEHATAN


Pengertian Promosi Kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai dengan budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehatan.
Promosi kesehatan merupakan pembangunan pola perilaku sehat, karena dengan perilaku maka lingkungan sehat dan pelayanan kesehatan akan berkembang menuju tercapainya derajat kesehatan yang optimal. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai wujud operasional promosi kesehatan, dalam standar pelayanan minimal (SPM) promorsi kesehatan ditetapkan empat indikator pelayanan penyuluhan perilaku yaitu: rumah tangga sehat, bayi mendapatkan ASI eksklusif, desa dengan konsumsi garam beryodium, prosentasi posyandu purnama.
Pencapaian target ini memerlukan dukungan serta kerjasama yang terintegrasi, sinkronisasi dan sinergis antara promosi kesehatan dan program kesehatan terkait.
Ruang lingkup integrasi promosi kesehatan dalam program-program kesehatan pada tahap pertama memfokuskan pada lima program:
  1. Integrasi dalam program kesehatan ibu dan anak dan difokuskan dalam pertolongan persalinan oleh nakes.
  2. Integrasi dalam program gizi masyarakat yang difokuskan pada balita diberi ASI eksclusif.
  3. Integrasi dalam program lingkungan sehat yang difokuskan pada kemudahan akses terhadap air bersih dan jamban secara berkesinambungan, lantai rumah bukan dari tanah (kedap air) kesesuaian luas tanah dengan jumlah penghuni rumah.
  4. Integrasi dalam program jaminan pemeliharaan kesehatan yang difokuskan pada kepesertaan masyarakat dalam jaminan pemeliharaan kesehatan
  5. Integrasi dalam program pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular yang difokuskan pada konsumsi buah dan sayur, melakukan aktifitas fisik dan tidak merokok.

-langkah integrasai promosi kesehatan dalam program kesehatan:
Langkah-langkah kegiatan integrasi sesuai dengan fungsi manajemen meliputi perencanaan, penggerakan pelaksanaan, pengawasan pengendalian dan penilaian diberbagai jenjang administrasi.
Sasaran promosi kesehatan
  1. Perorangan/keluarga
  2. Masyarakat/LSM
  3. Lembaga pemerintahan/lintas sektor/politisi/swasta
  4. Petugas program/institusi

Sasaran promosi kesehatan dikaitkan dalam tatanan yaitu tatanan rumah tangga, tempat kerja, institusi kesehatan, institusi pendidikan, dan tempat-tempat umum.
Agar promosi kesehatan lebih spesifik maka sasaran dibagi-bagi lagi menjadi:
  1. Sasara primer: sasaran yang mempunyai masalah
  2. Sasaran sekunder: individu atau kelompok yang berpengaruh atau disegani oleh sasaran primer
  3. Sasaran tertier: para pengambil keputusan, para penyandang dana, pihak-pihak yang berpengaruh di berbagai tingkat (Pusat, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, Desa)

Sasaran promosi kesehatan menurut tatanan


Rumah tangga
Institusi Kesehatan
Tempat kerja
Institusi Pendidikan
Tempat-tempat umum
Sasaran Primer
Anggota rumah tangga yang mempunyai masalah, misalnya ibu hamil
- pasien
- Pengantar   /keluarga
- Keluarga pasien


- Karyawan
- Siswa
- Pengunjung /pengguna jasa
- Masyarakat umum
Sasaran sekunder
-    Kepala Keluarga
-    Orang tua/ mertua
-    Kader
-    Tokoh masyarakat
-    Tokoh agama
-    LSM
-    Petugas kesehatan
- Petugas kesehatan
- Manager
- Serikat buruh

-     Guru
-     Karyawan
-     BP3
-     OSIS
-     Pegawai
-     Karyawan
-     Manajer
Sasaran tersier
-    ketua RT/RW
-    Kepala desa
-  Pimpinan  Institusi
-  Pemilik
-    Direktur
-    Pemilik
-     Kepala sekolah
-     Pemilik
-     Direktur
-     Pemilik

Strategi Promosi Kesehatan
  1. Advokasi Kesehatan
Pendekatan kepada para pimpinan atau pengambil keputusan agar dapat memberikan dukungan, kemudahan dan semacamnya pada upaya pembangunan kesehatan.
  1. Bina Suasana (Social support)
Upaya membuat suasana atau iklim yang kondusif atau menunjang pembangunan kesehatan sehingga masyarakt terdorong untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat.
  1. Gerakan Masyarakat
Upaya memandirikan individu, kelompok dan masyarakat agar berkembang kesadaran, kemauan dan kemampuannya di bidang kesehatan keluarganya
Contoh Gerakan Pemberdayaan integrasi dengan perorangan:
1.      Promosi KIA di berbagai tatanan
Integrasi program promosi kesehatan dengan program KIA di fokuskan pada tatanan rumah tangga dan institusi pelayanan kesehatan yang mempunyai daya ungkit yang besar untuk meningkatkan cakupan program KIA dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi.


Tatanan rumah tangga
a. Gerakan pemberdayaan masyarakat

NO
KEGIATAN
SASA
RAN
PERILAKU YANG DIHARAP
KAN
ISI PESAN KOMUNIKASI
METODE
MEDIA KOMU
NIKASI
PELAK
SANA
1.
Pemberdayaan masyarakat dalam perawatan ibu hamil, bersalin dan nifas
Ibu, suami, keluarga masyarakat
·   Ibu hamil memeriksakan kehamilannya secara teratur ke petugas kesehatan
·   Persalinan di tolong oleh nakes terlatih
·   Ibu hamil dan keluarga segera mencari pertolongan ke tenaga kesehatan bila menemui tanda-tanda bahaya saat kehamilan
·   Ibu dan keluarga dapat melakukan perawatan nifas dan bayi baru lahir
·    Standar pelayan kebidanan
·    Persiapan pemberian ASI
·    Persalinan dibantu oleh nakes terlatih
·    Tabda-tanda bahaya pada ibu hamil, bersali, dan nifas
·    Perawatan kesehatan ibu nifas, bayi baru lahir dan KB
·   Forum komunikasi
·   Pendekatan perorangan
Buku KIA
·  Petugas kesehatan dan lintas sektoral
·  Tokoh masyarakat
·  Ormas/PKK/LSM
·  Organisasi profesi (IBI, IDAI, POGI, PPNI)
2.
Pembentukan suami siaga
Bapak, ibu, anggota keluarga lain
·   Mendukung pemeriksaan bumil sesuai ketentuan
·   Menyediakan dana untuk penanganan kegawatdaruratan
·   Dukungan toma, toga, dalam terbentuknya suami siaga dalam meningkatkan persalinan nakes
·     3 terlambat
·     4 terlalu
·     3 pesan kunci MPS
·     Peran toma dan toga dalam mendukung suami siaga untuk mengatasi 3 terlambat, 4 terlalu dan 3 pesan kunci MPS
·   Pembentukan tim
·   Tatap muka, (ceramah/pertemuan kelompok)
·   Distribusi media
·   Forum Komunikasi
·   Pendekatan perorangan
·   Study banding
·  Spanduk
·  Buku saku
·  Poster
·  Buku, leaflet
·  CD/film
·   Petugas kesehatan
·   LSM, toma, lintas sektor kecamatan, petugas kesehatan, dan TP, PKK, lintas sektor terkait
3.
Pembentukan masya/warga siaga
Warga desa, ketua RT/RW, kader, dukun bayi
·   Membentuk organisasi desa siaga
·   Dukungan terhadap PWS KIA, tabulin, ambulan desa, donor darah

·   Peran masya terhadap 3 terlambat, 4 terlalu, 3 pesan kunci MPS

·   Forum komunikasi
·   Pendekatan perorangan

·   Media catak buku, leaflet
·   CD film
·   KIT perawatan ibu untuk dukun

·   Petugas kesehatan dan TP, PKK, lintas sektor terkait, kepala desa


Tatanan institusi pelayanan kesehatan
b. Gerakan pemberdayaan masyarakat
NO
KEGIA
TAN
SASA
RAN
PERILA
KU YANG DIHARAPKAN
ISI PESAN KOMUNIKASI
METODE
MEDIA KOMUNIKASI
PELAKSA
NA
1.



Pelatihan Komunikasi Interpersonal/Konseling (KIPK) dan KIA Making Pregnancy Saver (MPS).




Nakes di polindes, puskesmas rumah sakit


·    Nakes memberikan pelayanan dan konseling KIA yang berkualitas


·    Satu tujuh saji
·    3 terlambat
·    4 terlalu
·    3 pesan kunci MPS



·   CTJ
·   Disco
·   Main peran
·   Praktek lapangan


Modul lembar balik
Buku pedoman



·  Dinkes Kab/Kota
·  Organisasi, profesi BKKBN


2.
Pembina
an
Nakes di polindes, puskesmas rimah sakit
Pelayanan primer

Persalinan Nakes
Persalinan Aman (MPS)

Observasi
Pertemuan
Supervisi

CD instruksional
·   Dinkes Kab/Kota
·   Organisasi, profesi BKKBN/ kependudu
   kan


2.      Promosi program gizi di masyarakat
Integrasi program promosi kesehatan dengan program gizi masyarakat di fokuskan pada tatanan rumah tangga dan tempat-tempat umum  yang mempunyai daya ungkit yang besar untuk meningkatkan cakupan peningkatan pemberian ASI (PP ASI)

  1. Tatanan Rumah Tangga
Gerakan pemberdayaan masyarakat
NO
KEGIATAN
SASARAN
PERILAKU YANG DIHARAPKAN
ISI PESAN KOMUNIKASI
METODE
MEDIA KOMUNIKASI
PELAKSANA
1.
Sosialisasi tentang peningkatan penggunaan (PP) ASI
Tokoh masyarakat





Kader














Masyarakat
Peduli dan mendukung PP ASI





Menyampaikan informasi PP ASI pada masyarakat








Kepedulian masya untuk mendorong ibu-ibu untuk memberikan ASI
Penggerakan ibu-ibu
-   Manfaat ASI




Penggerakan ibu-ibu
Manfaat ASI
Makanan untuk memperbanyak ASI
Manajemen laktasi
Keuntungan pemberian ASI

Manfaat ASI
Makanan untuk memperbanyak ASI
Manajemen laktasi
Keuntungan pemberian ASI
Forum komunikasi
Orientasi



Orientasi kader
pelatihan











Penyebaran pesan ASI melalui media massa: dll
Lomba-lomba (bayi sehat, cakupan PP ASI tinggi, dll)
Demonstrasi
Buku saku







Buku saku
Lembar balik












Radio, koran, bioskop
Media cetak: poster, spanduk, leaflet, billbord
Petugas puskesmas
Pkk




Petugas puskesmas
Pkk











Petugas puskesmas
Pkk
2.
Peningkatan perilaku ibu dalam pemberian asi
Ibu dan keluarga
Ibu memberikan asi eksclusif selama 6 bulan, dan asi sampai 2 tahun.
 Ibu memberikan MP Asi setelah bayi berusia 6 bulan
 Keluarga mendorong ibu untuk PP ASI
Manfaat asi
Makanan untuk memperbanyak asi
Manajeme laktasi
Keuntungan pemberian asi

Penyuluhan langsung
Demonstrasi
Lembar balik
Leaflet
Bidan di desa
Kader Toma
Pkk
3.
Peningkatan kemampuan petugas puskesmas
Petugas Gizi, petugas promkes
Mampu melatih toma dan kader untuk pelaksanaan PP ASI
Penggerakan masyarakat
Manfaat ASI
Manajemen laktasi
Makanan untuk memperbanyak ASI
Pelatihan
Buku manajemen laktasi
Buku strattegi nasional PP-ASI
Media PP-ASI
Petugas Dinkes Kab/Kota(Gizi, promkes)
IBI

4.
Pengembangan produksi dan distribusi media PP ASI
Ibu Kader Toma Masyarakt umum
Tersedianya dan tersedianya media PP ASI
Disesuaikan untuk masing-masing sasaran tentang PP ASI
Produksi dan distribusi media
Berbagai media untuk masing-masing sasaran (poster, leaflet, booklet)
Petugas Dinkes Kab/Kota(Gizi, promkes)
IBI
Pkk
LSM
Pemda (pemberdayaan masya)
5.
Penyusunan panduan PP ASI untuk petugas puskesmas
Petugas puskesmas
Menggalakkan PP ASI
Berisi tujuan, sasaran, langkah-langkah kegiatan dan pesan PP ASI
Diskusi
Lokakarya
Buku panduan
Petugas Dinkes Kab/Kota(Gizi, promkes)
IBI
Pkk
LSM
Pemda
6.
Pemantauan dan evaluasi
Kegiatan puskesmas dalam PP ASI
Menggalakkan PP ASI
Pencatatan dan pelaporan
Supervisi
Instrumen pemantauan
Petugas Dinkes Kab/KotaGizi


  1. Tatanan tempat-tempat umum (bandara, pelabuhan, stasiun kereta api,
terminal bus, mal)
Gerakan pemberdayaan masyarakat

NO
KEGIA
TAN
SASARAN
PERILAKU YANG DIHARAP
KAN
ISI PESAN KOMUNIKASI
METODE
MEDIA KOMUNIKASI
PELAKSANA
1.
Pembentukan ruang menyusui di tempat-tempat umum
Para pengelola tempat-tempat umum: bandara, pelabuhan, stasiun kereta api, terminal bus, Mall
Tersedianya ruang menyusui di tempat-tempat umum
Manfaat ruang menyusui:
-   manfaat ASI
-   manajeme laktasi
Orienta
si
Buku manajemen laktasi
Ruang menyusui
Tim jejaring PP ASI (Dinkes Kab/Kota)
2.
Pengembangan produksi dan disrtibusi media ruang menyusui
Para pengelola tempat-tempat umum
Ibu
Adanya media ruang menyusui
Manfaat ruang menyusui:
-   manfaat ASI
manajeme laktasi
Produksi dan distribu
si
Poster, lieflet/selebaran
Para pengelola tempat-tempat umum


3.      Strategi dalam program rumah tangga yang menggunakan air bersih dan jamban
  1. Tatana rumah tangga
Gerakan pemberdayaan masyarakat

NO
KEGIA
TAN
SASA
RAN
PERILAKU YANG DIHARAPKAN
ISI PESAN KOMUNIKASI
METO
DE
MEDIA KOMUNIKASI
PELAKSANA
1.
Sosialisai tentang lingkungan rumah tangga sehat
Toma
Toga
BPD
Kader
Mampu mendukung upaya meningkatkan jumlah rumah tangga sehat di wilayahnya
Pentingnya mewujudkan rumah tangga sehat
Persyaratan rumah tangga sehat
Upaya penggerakan masya dalam mewujudkan rumah tangga sehat
Peran toma, LKMD, dan kader dalam upaya penggerakan masya dalam mewujudkan rumah tangga sehat
Musyawarah pengembangan desa
Leaflet, buku pegangan kader
Puskes
mas
Bangda
Kec.
2.
Mobilisasi masya dalam mewujudkan lingkungan rumah tangga sehat
Kader dan masy.
Kader dan masy. melakukan pengkajian tentang permasalahan kesling di lingk rumah tangga
Setiap rumah tangga menggunakan air bersih, jamban, menempati rumah tidak padat penghuni, cukup ventilasi dan lantai kedap air
Gotong royong dalam mewujudkan lingk rumah tangga sehat di wilayahnya.
Pentingnya mewujudkan rumah tangga sehat
Persyaratan rumah tangga sehat
Upaya penggerakan masya dalam mewujudkan rumah tangga sehat

Orientasi
Survei mawas diri (SMD)
Musyawarah pengem,bangan desa
Pedoman SMD
Buku pegangan kader
Lembar balik
Leaflet
Petugas puskesmas
BPD
3.
Pembentu
kan dan pemantapan kelompok potensial dalam keslingk seperti kel. Dasa wisma, kel. Pemakai air (POKMAIR, kel. Pemakai sarana (KPS), kel. Pengajian, arisan dll
Toma RT/
RW, kader dan masyarakat
Berperannya setiap kelompok potensial dalam mewujudkan lingk rumah tangga secara berkelanjutan
Tupoksi POKMAIR, KPS, pengajian, arisan, toma, kader dan masya dalam mewujudkan, memotivasi serta membina masya untuk mewujudkan lingk rumah tangga sehat
Menjadi motivator dan fasilitator di wilayah kerjanya untuk mengembangkan program rumah tangga sehat (Desa inti dan desa pengembangan)
Forum komunikasi
Pertemuan rutin dalam/antar kelompok poten
sial
Media komunikasi massa
Media tradisional
Media cetak
Putar film
Formulir pemantau
an dan penilaian kegiatan
Dinkes Kab, Puskes
mas dan lintas sektor terkait.
  1. Tatanan institusi pendidikan
Gerakan Pemberdayaan
NO
KEGIATAN
SASARAN
PERILAKU YANG DIHARAPKAN
ISI PESAN KOMUNIKASI
METO
DE
MEDIA KOMUNI
KASI
PELAK
SANA
1.
Peningkatan pengetahuan dan perilaku
Anak sekolah
Memanfaatkan air bersih dan jamban yang memenuhi syarat kesehatan serta cuci tangan
Pengertian, manfaat dan pemeliharaan sarana air bersih dan jamban

Penyakit yang dapat ditularkan melalui air bersih dan jamban
Penyuluhan langsung
Penyuluhan kelompok
Demonstrasi/peragaan
Lembar balik, leaflet, poster
Pemutaran film
Mading
Sanitari
an
Promkes
UKS
2.
Peningkatan pengetahuan dan perilaku
Penjaga sekolah dan pengelola dan kantin sekolah
tersedianya air bersih dan jamban yang memenuhi syarat kesehatan
Persyaratan sarana air minum, kualitas air bersih dan jamban sesuai kesehatan

Penyakit yang dapat ditularkan melalui air bersih dan jamban

Pengertian, manfaat dan pemeliharaan sarana air bersih dan jamban

Forum komunikasi dan orientasi
Leaflet
Selebaran
Booklet
Petugas penyuluh Puskes
mas
Sanitari
an
promkes
3.
Peningkatan kemampuan guru sekolah
Guru sekolah
Memotivasi anak untuk menggunakan air bersih dan jamban
Persyaratan sarana air minum, kualitas air bersih dan jamban sesuai kesehatan

Penyakit yang dapat ditularkan melalui air bersih dan jamban

Pengertian, manfaat dan pemeliharaan sarana air bersih dan jamban

Forum komunikasi dan orientasi
Buku pedoman pemeliharaan sarana air bersih dan jamban keluarga
Pet Dinas Kesehatan Kota/ Kab.





  1. Tatanan tempat-tempat umum (pasar, tempat ibadah, tempat rekreasi, bandara, terminal bus, stasiun kereta api, mall, dll)
Gerakan pemberdayaan
NO
KEGIA
TAN
SASARAN
PERILAKU YANG DIHARAP
KAN
ISI PESAN KOMUNIKASI
METO
DE
MEDIA KOMUNIKASI
PELAKSANA
1.
Peningkatan pengetahuan dan perilaku terhadap penggunaan air besih dan jamban
Pedagang
Umat
Pengguna pariwisata
Pengguna transportasi
Tersedianya air minum dan jamban yang memenuhi syarat kesehatan
Persyaratan sarana air minum, kualitas air bersih dan jamban sesuai kesehatan

Penyakit yang dapat ditularkan melalui air bersih dan jamban

Pengertian, manfaat dan pemeliharaan sarana air bersih dan jamban

Penyuluhan langsung
Diskusi kelompok
Demonstrasi/ peragaan
Lembar balik
Leaflet
Poster
Pemutaran film
Sanitari
an
Promkes

2.
Pengembangan, produksi dan distribusi media air bersih dan jamban sehat
Masyarakat pengguna tempat2 umum
Para pengelola tempat2 umum
Tersedianya media air bersih dan jamban sehat
Persyaratan sarana air minum, kualitas air bersih dan jamban sesuai kesehatan

Penyakit yang dapat ditularkan melalui air bersih dan jamban

Pengertian, manfaat dan pemeliharaan sarana air bersih dan jamban
Produksi dan distribusi
Leaflet
Poster
Selebaran
Pengelo
la tempat-tempat umum